importantdindie.blogspot.com gudangnya informasi..

Daftar Isi

script>

Bagaimana halaman SMA N 3 Mojokerto?

Manfaat Buffer dalam Darah Manusia

Darah Sebagai Larutan Penyangga

Salah satu fungsi darah adalah membawa oksigen untuk disebarkan ke seluruh sel. Fungsi ini bergantung pada pH darah. Cairan darah dalam tubuh manusia memiliki sifat penyangga karena mampu mengendalikan pH dalam darah (pH normal darah = 7,4) agar sel darah merah bekerja secara optimal. Sel darah merah, khususnya (hemoglobin) bekerja optimal sebagai pembawa oksigen pada pH sekitar 7,4. Jika pH cairan darah berubah maka kerja hemoglobin akan menurun, bahkan kemampuannya akan hilang jika pH cairan darah di atas 10 atau di bawah 5. Sakit parah dan kematian disebabkan perbedaan unit pH (meski hanya beda sepersepuluh dari pH normal).

Jika seseorang meminum sedikit asam atau basa, seperti air jeruk atau minuman bersoda maka minuman tersebut akan terserap oleh darah. Kemudian, cairan darah akan mempertahankan pH-nya dari gangguan asam atau basa yang dimakan atau diminum seseorang. Jika cairan darah tidak memiliki sifat penyangga maka akan bersifat asam, yang tentunya mengganggu kinerja darah. Akan tetapi, karena cairan darah memiliki sifat penyangga, penambahan sedikit asam atau basa tidak mengubah pH cairan darah sehingga kinerja darah tetap optimal.
pH darah dapat turun karena aktifitas olahraga ekstensif yang berlebihan. Jika pH darah turun, maka akan mengakibatkan gagal jantung, gagal ginjal, gagal jantung, diabetes, diare persisten. pH darah juga dapat naik, karena muntah hebat, hiperventilasi. Hiperventilasi terjadi pada pH pendaki gunung tanpa O2  tambahan yang dapat naik sampai 7.7 atau 7,8.
Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya penyangga karbonat, penyangga hemoglobin dan penyangga fosfat.

a. Penyangga Karbonat
Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H2CO3) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO3).
H2CO3 (aq) –> HCO3(aq) + H+(aq)
Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus (penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida yang dilepas terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air menghasilkan H2CO3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris).

b. Penyangga Hemoglobin
Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat oksigen untuk selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah:
HHb + O2 (g) <=> HbO2- + H+
Asam hemoglobin ion aksi hemoglobin
Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H+, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O2 dapat mengikat H+ dan membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H+ yang dilepaskan pada peruraian H2CO3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO2 yang terlarut dalam air saat metabolisme.

c. Penyangga Fosfat
          Penyangga fosfat merupakan penyangga yang berada di dalam sel. Penyangga ini adalah campuran dari asam lemah H2PO4 dan basa konjugasinya, yaitu HPO42–. Jika dari proses metabolisme sel dihasilkan banyak zat yang bersifat asam, maka akan segera bereaksi dengan ion HPO42–,
HPO42–(aq) + H+(aq) H2PO4(aq)
Dan jika pada proses metabolisme sel menghasilkan senyawa yang bersifat basa, maka ion OH akan bereaksi dengan ion H2PO4, H2PO4(aq) + OH(aq) HPO4(aq) + H2O(l)
Sehingga perbandingan [H2PO4]/[HPO42–] selalu tetap dan akibatnya pH larutan tetap. Penyangga ini juga ada di luar sel, tetapi jumlahnya sedikit. Selain itu, penyangga fosfat juga berperan sebagai penyangga urin.
Kondisi darah ber-pH asam menunjukkan gejala-gejala berikut:
1. Kulit tidak bersinar.
2. Penyakit kaki karena kutu air.
3. Cepat merasa lelah setelah olahraga ringan dan mengantuk setelah naik bis.
4. Setelah naik turun tangga terengah-engah.
5. Gemuk dengan perut buncit.
6. Lamban bergerak dan lesu.
Mengapa kondisi darah dalam tubuh bisa berubah menjadi ber-pH asam?
1. Terlalu banyak minum susu dan makan mentega atau keju.
a.) Daging, makanan seperti susu, mentega, keju, telur, daging sapi, daging babi asin, dan lain-lain adalah makanan yang ber-pH asam.
b.) Terlalu banyak makan makanan ber-pH asam akan menyebabkan pH darah asam dan kental, sehingga peredaran darah tidak lancar ke ujung pembuluh darah dan mengakibatkan kaki/lutut dingin, bahu berat dan susah tidur.
c.) Untuk orang-orang muda boleh mengkomsumsi daging dengan porsi yang wajar tetapi untuk orang-orang tua, agar mengkonsumsi sayur-sayuran dan ikan dengan porsi kecil.
2. Kehidupan tidak teratur menyebabkan kondisi fisik tubuh dengan darah ber-pH Asam.
a.) Kehidupan tidak teratur menyebabkan tekanan terhadap fisik dan mental.
b.) Menurut statistik, orang yang terlambat tidur kemungkinannya mengalami penyakit kanker 5 kali lebih besar dibanding dengan orang yang tidur tepat waktu.
c.) Manusia pada dasarnya adalah hidup secara teratur di dunia ini. Tidak boleh mengakumulasi tidur dalam waktu yang lama dan memakan makanan dalam jumlah yang banyak dan tidak mungkin hidup menantang ritme alam.
d.) Organ-organ dalam tubuh manusia dikontrol oleh syaraf autonomi. Pada siang hari adalah aktivitas utama dari syaraf simpatik dan pada waktu malam hanya syaraf para-simpatik yang berfungsi. Jika aturan ini terganggu dan diputarbalik, maka akan menghadapi semua jenis penyakit.
3. Tensi naik mengakibatkan emosi.
a.) Tekanan sosial.
b.) Tekanan mental atau yang berkaitan dengan pekerjaan.
c.) Untuk orang yang menderita tekanan mental, kemungkinan bisa mengakibatkan kematian. Ini adalah sindrom fungsi korteks adrenalin tidak sempurna.
4. Tekanan fisik.
a.) Sebelum operasi, perlu diperiksa apakah korteks ginjal berfungsi secara normal. Jika korteks adrenalin bocor atau tekanan yang diakibatkan oleh operasi melebihi kemampuan korteks adrenalin, maka akan mengakibatkan kematian atau dampak yang berlawanan.
b.) Jika muka pasien gembung, perlu menanyakan secara rinci kepada pasien riwayat penyakitnya dan status pengobatannya. Untuk pasien yang dalam pengobatan hormon korteks adrenalin, perawatan ekstra perlu diperhatikan ketika menjalani perawatan akupuntur.
c.) Menghidari tekanan oleh karena terlalu capek bekerja atau berolahraga, atau pun bermain judi dan menyetir sepanjang malam, dan lain-lain.
Bahan makanan yang ber-pH asam/basa antara lain:
1. Makanan yang ber-pH asam tinggi: kuning telur, keju, roti manis, telur ikan, minyak ikan, dan lain-lain.
2. Makanan yang ber-pH asam sedang: daging (paha) babi yang diasinkan (ham), daging babi yang diasin dan dikukus (bacon), daging ayam, cumi-cumi, daging babi, belut, daging sapi, roti, gandum, mentega, daging kuda.
3. Makanan yang ber-pH asam rendah: nasi putih, kacang, bir, alkohol, tahu goreng, rumput laut, remis besar (kerang), ikan gurita, ikan janggut (berkumis), dan lain-lain.
4. Makanan yang ber-pH basa rendah: kacang merah, lobak, apel, sayur kubis atau kol, bawang, tahu, dan lain-lain.
5. Makanan yang ber-pH basa sedang: lobak kering, kacang kedele, wortel, tomat, pisang, jeruk, labu, buah delima, putih telur, prem kering, jeruk limun, bayam.
6. Makanan yang ber pH-basa tinggi: buah anggur, daun teh, minuman anggur, taoge laut, ganggang laut, dan lain-lain. Khususnya jenis ganggang hijau mengandung banyak zat hijau daun (klorofil) sebagai makanan kesehatan yang sangat baik dan ber-pH basa tinggi. Jangan terlalu banyak minum teh, tetapi sebaiknya minumlah teh pada pagi hari.

0 komentar:

Posting Komentar

Letakkan kode script buku tamu disini

Get this widget: