Salah satu fungsi darah
adalah membawa oksigen untuk disebarkan ke seluruh sel. Fungsi ini bergantung
pada pH darah. Cairan darah dalam tubuh manusia memiliki sifat penyangga karena
mampu mengendalikan pH dalam darah (pH normal darah = 7,4) agar sel darah merah
bekerja secara optimal. Sel darah merah, khususnya (hemoglobin) bekerja optimal
sebagai pembawa oksigen pada pH sekitar 7,4. Jika pH cairan darah berubah maka
kerja hemoglobin akan menurun, bahkan kemampuannya akan hilang jika pH cairan
darah di atas 10 atau di bawah 5. Sakit parah dan kematian disebabkan perbedaan
unit pH (meski hanya beda sepersepuluh dari pH normal).
Jika seseorang meminum
sedikit asam atau basa, seperti air jeruk atau minuman bersoda maka minuman
tersebut akan terserap oleh darah. Kemudian, cairan darah akan mempertahankan
pH-nya dari gangguan asam atau basa yang dimakan atau diminum seseorang. Jika
cairan darah tidak memiliki sifat penyangga maka akan bersifat asam, yang tentunya
mengganggu kinerja darah. Akan tetapi, karena cairan darah memiliki sifat
penyangga, penambahan sedikit asam atau basa tidak mengubah pH cairan darah
sehingga kinerja darah tetap optimal.
pH darah dapat turun
karena aktifitas olahraga ekstensif yang berlebihan. Jika pH darah turun, maka
akan mengakibatkan gagal jantung, gagal ginjal, gagal jantung, diabetes, diare
persisten. pH darah juga dapat naik, karena muntah hebat, hiperventilasi.
Hiperventilasi terjadi pada pH pendaki gunung tanpa O2 tambahan yang dapat naik sampai
7.7 atau 7,8.
Ada beberapa
faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya penyangga
karbonat, penyangga hemoglobin dan penyangga fosfat.
a. Penyangga Karbonat
Penyangga karbonat berasal dari
campuran asam karbonat (H2CO3) dengan basa konjugasi
bikarbonat (HCO3).
H2CO3 (aq)
–> HCO3(aq) + H+(aq)
Penyangga karbonat sangat berperan
penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi
asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi
sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat
mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus (penyakit gula) dan
diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita
alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung
dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida
yang dilepas terlalu banyak, padahal CO2 dapat larut dalam air
menghasilkan H2CO3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan
naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu
berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris).
b. Penyangga Hemoglobin
Pada darah, terdapat hemoglobin yang
dapat mengikat oksigen untuk selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi
kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah:
HHb + O2 (g) <=>
HbO2- + H+
Asam hemoglobin ion aksi hemoglobin
Keberadaan oksigen pada reaksi di
atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H+, sehingga pH darah juga
dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O2 bersifat basa.
Hemoglobin yang telah melepaskan O2 dapat mengikat H+ dan
membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H+ yang dilepaskan pada
peruraian H2CO3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO2
yang terlarut dalam air saat metabolisme.
c. Penyangga Fosfat
Penyangga fosfat merupakan penyangga yang berada di dalam
sel. Penyangga ini adalah campuran dari asam lemah H2PO4–
dan basa konjugasinya, yaitu HPO42–. Jika dari proses
metabolisme sel dihasilkan banyak zat yang bersifat asam, maka akan segera
bereaksi dengan ion HPO42–,
HPO42–(aq) + H+(aq) ⇄ H2PO4–(aq)
Dan
jika pada proses metabolisme sel menghasilkan senyawa yang bersifat basa, maka
ion OH– akan bereaksi dengan ion H2PO4–,
H2PO4–(aq) + OH–(aq) HPO4–(aq)
+ H2O(l)
Sehingga
perbandingan [H2PO4–]/[HPO42–]
selalu tetap dan akibatnya pH larutan tetap. Penyangga ini juga ada di luar
sel, tetapi jumlahnya sedikit. Selain itu, penyangga fosfat juga berperan
sebagai penyangga urin.
Kondisi darah ber-pH asam menunjukkan gejala-gejala
berikut:
1. Kulit tidak bersinar.
2. Penyakit kaki karena kutu air.
3. Cepat merasa lelah setelah olahraga ringan dan
mengantuk setelah naik bis.
4. Setelah naik turun tangga terengah-engah.
5. Gemuk dengan perut buncit.
6. Lamban bergerak dan lesu.
Mengapa kondisi darah dalam tubuh bisa
berubah menjadi ber-pH asam?
1. Terlalu banyak minum susu dan makan mentega atau keju.
a.) Daging, makanan seperti susu, mentega, keju, telur,
daging sapi, daging babi asin, dan lain-lain adalah makanan yang ber-pH asam.
b.) Terlalu banyak makan makanan ber-pH asam akan
menyebabkan pH darah asam dan kental, sehingga peredaran darah tidak lancar ke
ujung pembuluh darah dan mengakibatkan kaki/lutut dingin, bahu berat dan susah
tidur.
c.) Untuk orang-orang muda boleh mengkomsumsi daging
dengan porsi yang wajar tetapi untuk orang-orang tua, agar mengkonsumsi
sayur-sayuran dan ikan dengan porsi kecil.
2. Kehidupan tidak teratur menyebabkan kondisi fisik
tubuh dengan darah ber-pH Asam.
a.) Kehidupan tidak teratur menyebabkan tekanan terhadap
fisik dan mental.
b.) Menurut statistik, orang yang terlambat tidur
kemungkinannya mengalami penyakit kanker 5 kali lebih besar dibanding dengan
orang yang tidur tepat waktu.
c.) Manusia pada dasarnya adalah hidup secara teratur di
dunia ini. Tidak boleh mengakumulasi tidur dalam waktu yang lama dan memakan
makanan dalam jumlah yang banyak dan tidak mungkin hidup menantang ritme alam.
d.) Organ-organ dalam tubuh manusia dikontrol oleh syaraf
autonomi. Pada siang hari adalah aktivitas utama dari syaraf simpatik dan pada
waktu malam hanya syaraf para-simpatik yang berfungsi. Jika aturan ini
terganggu dan diputarbalik, maka akan menghadapi semua jenis penyakit.
3. Tensi naik mengakibatkan emosi.
a.) Tekanan sosial.
b.) Tekanan mental atau yang berkaitan dengan pekerjaan.
c.) Untuk orang yang menderita tekanan mental,
kemungkinan bisa mengakibatkan kematian. Ini adalah sindrom fungsi korteks
adrenalin tidak sempurna.
4. Tekanan fisik.
a.) Sebelum operasi, perlu diperiksa apakah korteks ginjal
berfungsi secara normal. Jika korteks adrenalin bocor atau tekanan yang
diakibatkan oleh operasi melebihi kemampuan korteks adrenalin, maka akan
mengakibatkan kematian atau dampak yang berlawanan.
b.) Jika muka pasien gembung, perlu menanyakan secara
rinci kepada pasien riwayat penyakitnya dan status pengobatannya. Untuk pasien
yang dalam pengobatan hormon korteks adrenalin, perawatan ekstra perlu
diperhatikan ketika menjalani perawatan akupuntur.
c.) Menghidari tekanan oleh karena terlalu capek bekerja
atau berolahraga, atau pun bermain judi dan menyetir sepanjang malam, dan
lain-lain.
Bahan makanan yang ber-pH asam/basa
antara lain:
1. Makanan yang ber-pH asam tinggi: kuning telur, keju,
roti manis, telur ikan, minyak ikan, dan lain-lain.
2. Makanan yang ber-pH asam sedang: daging (paha) babi
yang diasinkan (ham), daging babi yang diasin dan dikukus (bacon), daging ayam,
cumi-cumi, daging babi, belut, daging sapi, roti, gandum, mentega, daging kuda.
3. Makanan yang ber-pH asam rendah: nasi putih, kacang,
bir, alkohol, tahu goreng, rumput laut, remis besar (kerang), ikan gurita, ikan
janggut (berkumis), dan lain-lain.
4. Makanan yang ber-pH basa rendah: kacang merah, lobak,
apel, sayur kubis atau kol, bawang, tahu, dan lain-lain.
5. Makanan yang ber-pH basa sedang: lobak kering, kacang
kedele, wortel, tomat, pisang, jeruk, labu, buah delima, putih telur, prem
kering, jeruk limun, bayam.
6. Makanan yang ber pH-basa tinggi: buah anggur, daun
teh, minuman anggur, taoge laut, ganggang laut, dan lain-lain. Khususnya jenis
ganggang hijau mengandung banyak zat hijau daun (klorofil) sebagai makanan
kesehatan yang sangat baik dan ber-pH basa tinggi. Jangan terlalu banyak minum
teh, tetapi sebaiknya minumlah teh pada pagi hari.




0 komentar:
Posting Komentar