importantdindie.blogspot.com gudangnya informasi..

Daftar Isi

script>

Bagaimana halaman SMA N 3 Mojokerto?

Kandungan Rokok



Ternyata rokok memiliki bahan dasar yang berbahaya lho… Yaitu :


1.    Karbon Monoxida (CO)
            Gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon (ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor). Gas CO yang dihasilkan sebatang rokok dapat mencapai 3 – 6%, gas ini dapat di hisap oleh siapa saja. Seorang yang merokok hanya akan menghisap 1/3 bagian saja, yaitu arus yang tengah atau mid-stream, sedangkan arus pinggir (side – stream) akan tetap berada diluar. Sesudah itu perokok tidak akan menelan semua asap tetapi ia semburkan lagi keluar.

Efek CO :
·         Gas CO mempunyai kemampuan mengikat hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat dibanding oksigen . Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.
·         Sel tubuh yang menderita kekurangan oksigen akan berusaha meningkatkan yaitu melalui kompensasi pembuluh darah dengan jalan menciut atau spasme. Bila proses spasme berlangsung lama dan terus menerus maka pembuluh darah akan mudah rusak dengan terjadinya proses aterosklerosis (penyempitan). Penyempitan pembuluh darah akan terjadi dimana-mana. Di otak, di jantung, di paru, di ginjal, di kaki, di saluran peranakan, di ari-ari pada wanita hamil.
·         Gangguan sirkulasi darah di kaki pada wanita perokok lebih beresiko. Mendapat efek samping berbahaya bila meminum pil kontrasepsi (pil KB). itulah sebabnya mengapa para dokter kandungan (ginekolog) umumnya segan memberi pil KB pada wanita perokok. Gas CO dalam aliran darah wanita perokok dapat membuat pembuluh darah di Plasenta (ari–ari) mengecil, sehingga Oksigen & zat-zat makanan yangg mencapai janin akan berkurang, dan dapat mengganggu pertumbuhan janin sendiri, yang mengakibatkan bayi dilahirkan dengan berat badan kurang.
2.    Nikotin (C10H14N2)
      Cairan berminyak tidak berwarna. Nikotin yang terkandung di dalam asap rokok antara 0.5 – 3 ng, dan semuanya diserap, sehingga di dalam cairan darah atau plasma antara 40 – 50 ng/ml. Nikotin memiliki karakteristik efek adiktif dan psikoaktif. Zat kimia yang terkandung secara alami dalam tanaman tembakau, zat yang menimbulkan kecanduan dalam asap tembakau.
            Nikotin mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus menghisap rokok, yaitu :
·         merasakan kenikmatan
·         kecemasan berkurang
·         toleransi dan keterikatan fisik
·         merusak jaringan otak
·         menyebabkan darah cepat membeku. merangsang berkelompoknya trombosit (sel pembekuan darah), trombosit akan menggumpal dan akhirnya akan menyumbat pembuluh darah yang sudah sempit akibat asap yang mengandung CO yang berasal dari rokok.
·         mengeraskan dinding arteri
·         menyebabkan perangsangan terhadap hormon kathekolamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah. Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin meninggi, berakibat timbulnya hipertensi.
·         bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
3.    Tar (C6H6)
      Cairan kental berwarna coklat tua atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru, didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik. Bukanlah komponen asap yang spesifik, melainkan mengacu kepada partikel-partikel asap yang terukur dalam metode pengujian mesin. Bahan dasar pembuatan aspal dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker pada jalan nafas dan paru-paru. Kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar juga dapat membunuh sel dalam saluran darah, meningkatkan produksi lendir diparu-paru.
4.    Methanol (CH3OH) – alkohol kayu
    
Cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol. Meminum atau menghisap methanol mengakibatkan kebutaan dan bahkan kematian.
5.    Kadmium
            Merupakan logam yang sangat beracun dan radioaktif. Dapat meracuni jaringan tubuh terutama ginjal.
6.    Akrolein (C3H4O)
            Merupakan zat cair yang tidak berwarna seperti aldehid, diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya.  Zat ini sedikit banyak mengandung kadar alcohol, cairan ini sangat mengganggu kesehatan.
7.    Amoniak (NH3)
            Gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh (racunnya keras) dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.
8.    Asam Format
            Asam format merupakan sejenis cairan tidak berwarna yang bergerak bebas dan dapat membuat lepuh. Cairan ini sangat tajam dan menusuk baunya. Zat ini dapat menyebabkan seseorang seperti merasa digigit semut.
9.    Hidrogen Sianida (HCN)
            Hidrogen sianida merupakan sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa. Zat ini merupakan zat yang paling ringan, mudah terbakar dan sangat efisien untuk menghalangi pernapasan dan merusak saluran pernapasan. Sianida adalah salah satu zat yang mengandung racun yang sangat berbahaya. Sedikit saja sianida dimasukkan langsung ke dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian. Racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
10.          Nitrous Oxid (N2O)
            Merupakan sejenis gas yang tidak berwarna, dan bila terhisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan menyebabkan rasa sakit. Nitrous oxide ini adalah sejenis zat yang pada mulanya dapat digunakan sebagai pembius waktu melakukan operasi oleh dokter.
11.          Formaldehid (CH2O)
            Sejenis gas tidak berwarna dengan bau tajam. Gas ini tergolong sebagai pengawet dan pembasmi hama. Gas ini juga sangat beracun keras terhadap semua organisme hidup. Dan dapat digunakan untuk mengawetkan mayat.
12.          Fenol (C6H5OH)
            Merupakan campuran dari kristal yang dihasilkan dari distilasi beberapa zat organic seperti kayu dan arang, serta diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun dan membahayakan karena fenol ini terikat ke protein dan menghalangi aktivitas enzim.
13.          Hidrogen Sulfida (H2S)
            Sejenis gas yang beracun yang gampang terbakar dengan bau yang keras. Zat ini menghalangi oksidasi enzim (zat besi yang berisi pigmen).
14.          Piridin (C5H5N)
            Sejenis cairan tidak berwarna dengan bau tajam. Zat ini dapat digunakan mengubah sifat alcohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
15.          Metil Klorida
            Campuran dari zat-zat bervalensi satu antara hydrogen dan karbon merupakan unsurnya yang utama. Zat ini adalah senyawa organic yang beracun. Zat ini merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama dengan pembius.
16.          Asetol (C2H4O2)
Asetol adalah hasil pemanasan aldehid (sejenis zat yang tidak berwarna yang bebas bergerak) dan mudah menguap dengan alcohol.
17.          Formic Acid (HCO2H)
Cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.

0 komentar:

Posting Komentar

Letakkan kode script buku tamu disini

Get this widget: