1.
Karbon
Monoxida (CO)
Gas
yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari
unsur zat karbon (ditemukan
dalam asap buangan mobil dan motor). Gas CO
yang dihasilkan sebatang rokok dapat mencapai 3 – 6%, gas ini dapat di hisap oleh
siapa saja. Seorang yang merokok hanya akan menghisap 1/3 bagian saja, yaitu
arus yang tengah atau mid-stream, sedangkan arus pinggir (side – stream) akan
tetap berada diluar. Sesudah itu perokok tidak akan menelan semua asap tetapi
ia semburkan lagi keluar.
Efek CO :
·
Gas CO mempunyai kemampuan mengikat
hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat
dibanding oksigen . Jika karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa
oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa
empat molekul oksigen. Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida,
berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.
·
Sel tubuh yang menderita kekurangan
oksigen akan berusaha meningkatkan yaitu melalui kompensasi pembuluh darah
dengan jalan menciut atau spasme. Bila proses spasme berlangsung lama dan terus
menerus maka pembuluh darah akan mudah rusak dengan terjadinya proses
aterosklerosis (penyempitan). Penyempitan pembuluh darah akan terjadi
dimana-mana. Di otak, di jantung, di paru, di ginjal, di kaki, di saluran
peranakan, di ari-ari pada wanita hamil.
·
Gangguan
sirkulasi darah di kaki pada wanita perokok lebih beresiko. Mendapat efek
samping berbahaya bila meminum pil kontrasepsi (pil KB). itulah sebabnya
mengapa para dokter kandungan (ginekolog) umumnya segan memberi pil KB pada
wanita perokok. Gas CO dalam aliran darah wanita perokok dapat membuat pembuluh
darah di Plasenta (ari–ari) mengecil, sehingga Oksigen & zat-zat makanan
yangg mencapai janin akan berkurang, dan dapat mengganggu pertumbuhan janin
sendiri, yang mengakibatkan bayi dilahirkan dengan berat badan kurang.
2.
Nikotin
(C10H14N2)
Cairan berminyak tidak berwarna. Nikotin yang terkandung di dalam asap rokok antara 0.5 – 3 ng, dan semuanya diserap, sehingga di dalam cairan darah atau plasma antara 40 – 50 ng/ml. Nikotin memiliki karakteristik efek adiktif dan psikoaktif. Zat kimia yang terkandung secara alami dalam tanaman tembakau, zat yang menimbulkan kecanduan dalam asap tembakau.
Cairan berminyak tidak berwarna. Nikotin yang terkandung di dalam asap rokok antara 0.5 – 3 ng, dan semuanya diserap, sehingga di dalam cairan darah atau plasma antara 40 – 50 ng/ml. Nikotin memiliki karakteristik efek adiktif dan psikoaktif. Zat kimia yang terkandung secara alami dalam tanaman tembakau, zat yang menimbulkan kecanduan dalam asap tembakau.
Nikotin
mengandung
candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus menghisap rokok, yaitu :
·
merasakan kenikmatan
·
kecemasan berkurang
·
toleransi dan keterikatan fisik
·
merusak
jaringan otak
·
menyebabkan darah cepat membeku. merangsang berkelompoknya trombosit
(sel pembekuan darah), trombosit akan menggumpal dan akhirnya akan menyumbat
pembuluh darah yang sudah sempit akibat asap yang mengandung CO yang berasal
dari rokok.
·
mengeraskan
dinding arteri
·
menyebabkan perangsangan terhadap
hormon kathekolamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah.
Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin
meninggi, berakibat timbulnya hipertensi.
·
bisa menghambat rasa lapar. Jadi
menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
3. Tar (C6H6)
Cairan kental berwarna coklat tua atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru, didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik. Bukanlah komponen asap yang spesifik, melainkan mengacu kepada partikel-partikel asap yang terukur dalam metode pengujian mesin. Bahan dasar pembuatan aspal dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker pada jalan nafas dan paru-paru. Kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar juga dapat membunuh sel dalam saluran darah, meningkatkan produksi lendir diparu-paru.
Cairan kental berwarna coklat tua atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru, didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik. Bukanlah komponen asap yang spesifik, melainkan mengacu kepada partikel-partikel asap yang terukur dalam metode pengujian mesin. Bahan dasar pembuatan aspal dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker pada jalan nafas dan paru-paru. Kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar juga dapat membunuh sel dalam saluran darah, meningkatkan produksi lendir diparu-paru.
4. Methanol
(CH3OH) – alkohol kayu
Cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol. Meminum atau menghisap methanol mengakibatkan kebutaan dan bahkan kematian.
Cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol. Meminum atau menghisap methanol mengakibatkan kebutaan dan bahkan kematian.
5. Kadmium
Merupakan logam yang sangat beracun
dan radioaktif. Dapat
meracuni jaringan tubuh terutama ginjal.
6. Akrolein (C3H4O)
Merupakan
zat cair yang tidak berwarna seperti aldehid, diperoleh dengan mengambil cairan
dari glyceril atau dengan mengeringkannya. Zat ini sedikit banyak mengandung kadar
alcohol, cairan ini sangat mengganggu kesehatan.
7. Amoniak (NH3)
Gas
yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang
sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh (racunnya
keras) dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat
pingsan atau koma.
8. Asam Format
Asam
format merupakan sejenis cairan tidak berwarna yang bergerak bebas dan dapat
membuat lepuh. Cairan ini sangat tajam dan menusuk baunya. Zat ini dapat
menyebabkan seseorang seperti merasa digigit semut.
9. Hidrogen
Sianida (HCN)
Hidrogen sianida merupakan sejenis
gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa. Zat ini
merupakan zat yang paling ringan, mudah terbakar dan sangat efisien untuk
menghalangi pernapasan dan merusak saluran pernapasan. Sianida adalah salah
satu zat yang mengandung racun yang sangat berbahaya. Sedikit saja sianida
dimasukkan langsung ke dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian. Racun yang
digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai
zat pembuat plastik dan pestisida.
10.
Nitrous
Oxid (N2O)
Merupakan sejenis gas yang tidak
berwarna, dan bila terhisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan
menyebabkan rasa sakit. Nitrous oxide ini adalah sejenis zat yang pada mulanya
dapat digunakan sebagai pembius waktu melakukan operasi oleh dokter.
11.
Formaldehid (CH2O)
Sejenis gas tidak berwarna dengan bau
tajam. Gas ini tergolong sebagai pengawet dan pembasmi hama. Gas ini juga sangat
beracun keras terhadap semua organisme hidup. Dan dapat digunakan untuk
mengawetkan mayat.
12.
Fenol (C6H5OH)
Merupakan campuran dari kristal yang
dihasilkan dari distilasi beberapa zat organic seperti kayu dan arang, serta
diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun dan membahayakan karena fenol ini
terikat ke protein dan menghalangi aktivitas enzim.
13.
Hidrogen Sulfida (H2S)
Sejenis gas yang beracun yang gampang
terbakar dengan bau yang keras. Zat ini menghalangi oksidasi enzim (zat besi
yang berisi pigmen).
14.
Piridin (C5H5N)
Sejenis cairan tidak berwarna dengan
bau tajam. Zat ini dapat digunakan mengubah sifat alcohol sebagai pelarut dan
pembunuh hama.
15.
Metil Klorida
Campuran dari zat-zat bervalensi satu
antara hydrogen dan karbon merupakan unsurnya yang utama. Zat ini adalah
senyawa organic yang beracun. Zat
ini merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama
dengan pembius.
16.
Asetol (C2H4O2)
Asetol
adalah hasil pemanasan aldehid (sejenis zat yang tidak berwarna yang bebas bergerak)
dan mudah menguap dengan alcohol.
17.
Formic Acid (HCO2H)
Cairan
tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.






0 komentar:
Posting Komentar